Tampilkan postingan dengan label Tugas Individu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Individu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Mei 2014

Review Film Animasi 2D / Lupin III : Mine Fujiko to iu Onna ( Lupin the Third : A woman Called Fujiko Mine )

Oleh : Samuel Gheri Yuwana / 232013325

Sinopsis :

Lupin III : Mine Fujiko to iu Onna adalah sebuah spin-off dari serial Lupin III (Lupin the Third) yang mengisahkan tentang masa lalu Mine Fujiko, salah satu pencuri yang menjadi saingan dari Lupin III (Lupin generasi ketiga). Dengan modal wajah yang cantik dan tubuhnya yang sexy, dia berhasil mengelabuhi banyak sekali pihak yang menghalanginya dalam melaksanakan aksi pencurian, termasuk Inspektur Zenigata - anggota kepolisian yang terobsesi untuk menangkap Lupin III. JIgen Daisuke – seorang bodyguard bayaran yang memiliki keahlian menembak yang sangat tinggi, namun lemah terhadap godaan wanita. Serta seorang samurai dengan keahlian pedang yang luar biasa bernama Ishikawa Goemon. Dengan sebuah kenyataan bahwa setiap lelaki yang ditemuinya dalam perjalanan hidupnya akan langsung jatuh cinta dengan pesona kewanitaanya.
Cerita ini dimulai dengan bertemunya Fujiko dengan Lupin III yang ingin mengetahui rahasia dari kesuksesan salah satu aliran agama yang memiliki banyak pengikut bernama The Fraulein Hoyle Cult, dimana sang pemimpin agama dapat mengendalikan pikiran pengikutnya sehingga mereka memberikan semua harta mereka untuk dapat hidup seatap dengan sang pemimpin di sebuah menara yang dinamakan The Fraulein Hoyle Tower. Ternyata, itu semua bersumber dari sebuah hipnotis masal yang dilakukan sang pemimpin dengan menggunakan sejenis cairan obat yang beraksi jika dihirup oleh orang lain. Kemudian, Lupin III dan Fujiko bekerja sama membongkar kedok sang pemimpin, dan mereka berpisah. Namun takdir kembali mempertemukan mereka di tempat lain., dan dalam keadaan yang jauh berbeda...

Dengan total 13 seri, masing-masing berdurasi sekitar 20 menit, animasi yang dibuat dengan gaya realis dan mirip dengan ilustrasi manga aslinya ini menjadi berbeda jika dibandingkan dengan animasi-animasi Jepang lainnya saat ini, yaitu dengan gaya yang unik dan terkesan seperti animasi tahun 80-90an. Tak hanya itu, konten yang disajikan juga memiliki kesan lebih gelap, dan memiliki alur cerita yang sedikit rumit namun tertata dengan rapi setiap episodenya, karena memang animasi ini ditujukan untuk penonton yang sudah dewasa (>17 th). Tetapi, dengan gaya animasinya yang unik tersebut, serial “Lupin III : Mine Fujiko to iu Onna” ini berhasil memenangkan penghargaan rookie award pada 16th Japan Media Arts Festival serta menjadi animasi paling innovative menurut Otaku USA.


Pesan Moral :

      “Hadapilah hidup dengan senyuman dan menjadi diri sendiri, meski terkadang kenyataan yang terjadi dalam kehidupan kita lebih pahit, tetapi itulah yang menjadi kebanggan kita dalam menjalani hidup di dunia ini.”

Kelebihan :
  •   Cerita yang disajikan menarik dan benar-benar tersusun dengan rapi.
  •   Memiliki ilustrasi animasi serta musik yang menarik dan berbeda dari animasi Jepang lainnya saat ini.

Kekurangan :
  • Menampilkan konten nudity dan dewasa dalam beberapa adegan, sehingga tidak disarankan bagi mereka yang masih dibawah 17 tahun.


Judul Asli            : LUPIN the Third ~峰不二子という女~ (Rupan Sansei Mine Fujiko to iu Onna)
Studio                  : TMS/Po10tional
Genre                  : Adventure, Drama, Crime
Sutradara            : Sayo Yamamoto
Produser             : Seiji Okuda (executive producer)
                            Naoki Iwasa
                            Toshio Nakatani
                            Yu Kizoyono
Penulis Naskah  : Mari Okada (semua seri)
                              Itsuko Miyoshi (ep 2)
                              Dai Sato (eps 3, 7, 10)
                              Shinsuke Onishi (ep 5)
                              Junji Nishimura (ep 8)
Penata musik     : Naruyoshi Kikuchi
Lisensi               : Hanabee (AUS)
                             Funimation (NA)
                             Manga Entertainment (UK)
Jumlah Episode : 13

Jumat, 16 Mei 2014

Review Film Animasi 2D / The Lion King

Oleh : Aji Prihartantyasto / 672012077

Sinopsis :



            Ayah Simba, Mufasa, adalah seekor singa dan merupakan  raja dari seluruh binatang di tempat itu. Scar, adik Mufasa, iri dengan posisi Simba sebagai pewaris tahta dan, dengan bekerja sama bersama hyena, ia berusaha menyingkirkannya. Scar menjebak Simba dalam kejaran wildebeest. Walaupun Simba tertolong oleh ayahnya, Mufasa sendiri meninggal karena dijatuhkan oleh Scar dari tebing ke dalam kejaran binatang tersebut. Simba pun kabur karena Scar menyuruh para hyena membunuh dirinya.
Ia kemudian pingsan di gurun dan diselamatkan oleh seekor meerkat bernama “Timon” dan temannya, “Pumbaa”seekor babi hutan, yang merawatnya di hutan tempat mereka tinggal. Simba tumbuh dewasa di tempat itu dan kemudian bertemu dengan seekor singa teman masa kecilnya, Nala, yang memintanya untuk kembali dan mengusir Scar yang memerintah layaknya diktator. Dalam keraguan, ia bertanya pada Rafiki, penasihat ayahnya, dan Rafiki menunjukkan bahwa jiwa Mufasa ada dalam diri Simba. Simba pun kembali ke kerajaanya.
Saat tiba, ia melihat kerajaanya menjadi hancur karena Scar. Para singa pun bertarung melawan Scar dan hyenanya. Dalam pertarungan, Scar mengatakan bahwa dirinyalah penyebab Mufasa terbunuh. Pertarungan sengit pun kembali terjadi di tengah amukan api dari kilat. Scar akhirnya kalah dan diusir serta Simba menjadi raja.

Pesan Moral :

" Bahwa kita juga harus tetap waspada terhadap siapapun sekalipun itu orang terdekat kita, dan seharusnya kita bisa menjadi orang yang bisa menerima apapun keadaan dan tidak iri hati karena justru akan mencelakakan diri kita sendiri "


Kelebihan Film : 
  •      Cerita yang disampaikan menarik dan memberi pesan terhadap kehidupan sehari-hari.
  •      Dapat dilihat tanpa ada batasan usia.
  •      Menggambarkan nilai nilai persahabatan yang erat dan perjuangan dalam mendapatkan kedudukan atau kekuasaan.

Kekurangan Film :
  •      Tampilan adegan kurang terlihat seperti nyata.  Misalnya adegan-adegan perkelahian pun akan menjadi suatu kelucuan-kelucuan saja.
  •      Lebih menonjolkan cerita tentang aspek politik saja, dengan adanya perebutan kekuasaan.

Sutradara : 
  • Roger Allers
  • Rob Minkoff
Produser :
  • Don Hahn
Studio :
  • Walt Disney Pictures 

Review Film Animasi 2D / Spirited Away

oleh : Destian Agung S / 702012088

Sinopsis : 



           Spirited Away bercerita tentang seorang anak yang bernama Chihiro. Bersama keluarganya Chihiro pindah ke kota baru. Keluarga itu kemudian memasuki seperti sebuah lorong tua, saat keluar dari lorong itu mereka menemukan sebuah kota kecil yang tidak berpenghuni.
Saat mereka memutari kota dengan berjalan kaki, mereka menemukan sebuah toko makanan dengan makanan yang masih hangat. Melihat makanan itu membuat sang ayah dan Ibu tergoda untuk memakanya untuk kemudian kedua orang tua Chihiro itu berubah menjadi seekor babi.
Tenyata kota itu adalah kota milik para hantu. Dengan bantuan haku, Chihiro bisa bekerja kepada Yubaba, pemilik hotel penguasa kota itu. Harapan Chihiro adalah dapat mengembalikan kedua orangtuannya kembali menjadi manusia dan bisa keluar dari kota itu dengan selamat. Tidak semua hantu ditempat ini jahat, disini Chihiro memiliki beberapa teman hantu yang care dengannya walaupun tahu kalau dia manusia. Hingga akhirnya Chihiro bertemu dengan Zeniba, saudara kembar dari Yubaba. Unsur drama dalam film ini menyiratkan pesan-pesan kehidupan yang membuat film ini sukses meraih banyak sekali penghargaan diantaranya Critic Choce Award sebagai best animated feature, Saturn Award sebagai best animated film, dan puncaknya adalah mendapatkan Oscar dengan kategori Best animated feature.


Pesan Moral : 

              “Pesan moral film ini cukup bagus Salah satunya adalah kerja keras dan pantang meyerah untuk  mengubah kemanjaan menjadi kemandirian”



Kelebihan dan Kekurangan : 
               kelebihannya lebih mudah dalam membuat. Cukup dengan menggambar per gambar kunci (keyframe) yang dijadikan sebagai patokan adegan dalam animasi. 
               Sedangkan kekurangannya cukup jelas, yaitu harus menggambar semua adegan dalam animasi. Misalkan untuk membuat animasi 5 detik dengan kecepatan 12 frame per second, maka perlu menggambar sebanyak 60 gambar sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Studio Film :
Distributor            : Ghibli International
Production            : Studio Ghibli, Nippon Television Network Corporation (NTV)
Director / writer   : Hayao Miyazaki
Producer               : Toshio Suzuki, Yasuyoshi Tokuma, Donald W.Ernst (English version)
Original Music     : Joe Hisaishi
Art Direction        : Yoji Takeshige

Rabu, 14 Mei 2014

Review Film Animasi 2D / Bawang Merah dan Bawang Putih

oleh : Beny B Banjarnahor / 672012196

Sinopsis :


       di sebuah desa hiduplah satu keluarga yaitu : ibu, Bapak dan seorang anak perempuan yang bernama "Bawang Putih", mereka hidup bahagia.
pada suatu hari musibah menimpa keluarga mereka, ibu si bawang putih sakit parah. ketika itu bapaknya sedang kerja, ibu si bawang putih tidak bisa diobati dan akhirnya meninggal. Si Bawang Putih sangat sedih sekali karena ditinggal ibunya, sedangkan bapaknya akhirnya menikah lagi dengan seorang wanita yang mempunyai anak perempuan yang bernama "Bawang Merah", Bawang Putih semakin hari sedih dan menderita karena disiksa oleh ibu dan saudara tirinya.
pada suatu hari ada seorang pangeran tampan lewat dan melihat Bawang Putih sedang mencuci di sungai, dia terpesona dengan kecantikannya dan kemudian jatuh cinta. Pangeran mengejar si Bawang Putih tetapi selalu diganggu dan dihalangi oleh saudara tirinya Bawang Merah, tapi karena hati baik yang dimiliki oleh Bawang Putih akhirnya Sang Pangeran lebih memilih Bawang Putih dan melamarnya, dan merekapun menikah dan hidup bahagia selamanya. Happily Ever After..'


Pesan Moral :

           " Kejahatan tidak bisa mengalahkan kebaikan dan janganlah berasa iri hati kepada kelebihan yang dimiliki oleh orang lain "

Kelebihan :

  • Animasinya bisa menyampaikan isi dan pesan dari film tersebut
  • mungkin lebih mudah dalam membuat animasi 2D ini daripada animasi 3D, hanya menggambar bagian penting tidak terlalu detail.
  • biaya produksi lebih murah
Kekurangan :
  • gambarnya yang kurang detail dan nyata, Tidak sebagus dan sehebat animasi sekarang
  • memiliki keterbatasan gerak pada character kartunya


Original Story                :    Bening Studio
Producer                        :     PT UNGGUL CIPTA PIRANTI
Excecutive Producer     :     Herijanto Judarta